NEUROPARENTING PRACTITIONER – NPP (part 1)

Bismillah, mulai menuliskan kembali apa yang saya dapat dari mengikuti training neuroparenting bersama dr.Amir Zuhdi. Beliau adalah Dokter Neuroscience dan founder Neuronesia Community. Belasan tahun fokus belajar tentang otak manusia termasuk di bawah bimbingan seorang dokter dari California. Karena ini adalah hal pertama bagi saya, emak – emak yg biasa riweuh di dapur, ada bbrp hal yg bisa jadi tdk saya pahami secara utuh. Karenanya, di catatan ini saya hanya menuliskan apa yg sekiranya saya paham dan bisa segera diaplikasikan untuk kita dan ananda di rumah. Saya coba tuliskan dalam bentuk point2 dan dengan gaya bahasa saya agar mudah dipahami, setidaknya oleh saya pribadi. Karena bagi saya, dengan menuliskan kembali seperti ini sama saja seperti belajar kembali. Sekalian saya posting di medsos krn sayang kalau training pagi sampai sore dengan investasi 7 digit ini hanya kami yang tahu dan memanfaatkan. Insya allah resume materi trainingnya akan saya bagi dalam 2 atau 3 kali postingan agar nyaman dibaca dan mudah diaplikasikan secara bertahap. Silahkan di share bagi yang merasa tulisan ini bermanfaat. Mohon doanya saja moga menjadi jalan kebaikan bagi kami sekeluarga dan sumber aslinya. 
Salam Hangat, 

Euis Kurniawati 

Bundanya Kakak Tsabita dan Adek Farisah
💝💝💝💝💝💝
NEUROPARENTING PRACTITIONER – NPP (part 1)
1⃣ Apa Latar Belakang ada NPP ?
❗NPP sebenernya muncul karena banyak fenomena ketidakmatangan pengasuhan (immaturity parenting) di masyarakat kita. Jika menjadi dokter ada sekolahnya. Jika menjadi guru ada sekolahnya. Jika menjadi enginer ada sekolahnya. Namun untuk menjadi orang tua belum ada sekolahnya. Padahal menjadi orang tua bukanlah hal yang sederhana. Ini peristiwa peradaban ! Alhasil, pengasuhan pada ananda sering dilakukan asal-asalan. Apa yang dulu kita alami, di copy paste. Apa yang sering kita lihat, langsung dicontoh. Padahal tidak semua benar. Belum tentu semua tepat.
Maka sangat disayangkan saat banyak orang tua yang mudah terbakar emosinya saat anak rewel. Banyak anak menjadi korban kekerasan, baik kekerasan fisik (dipukul, di jewer, dsb) maupun kekerasan verbal (labeling anak nakal, bentakan, hardikan, dsb).
Efek kekerasan ini tidak sederhana efeknya bagi anak terutama jika terjadi pada usia 0 – 13 tahun. Sangat mungkin terjadi Penurunan pertumbuhan neuron (sel saraf yang membangun otak). 
PENGASUHAN pada anak itu sebenarnya TERJADI DI WILAYAH NEURON. Mengasuh anak logikanya seperti merajut. Pada usia 0-13 tahun proses tersambungnya neuron2 yg ada di otak terjadi dg sangat cepat. Pengasuhan sendiri adalah proses stimulasi otak anak yang sesuai dengan perkembangan otaknya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar NPP. Agar bisa tahu bagaimana mengoptimalkan pertumbuhannya dan mewaspadai apa yang bia menghambat bahkan menghancurkannya.
Theodore John Kaczynski. Seorang genius yang pernah dicatat dalam sejarah. Memiliki IQ 145 dan lulus dari Harvard University pada usia 14 tahun. Dan di usia 16 tahun sudah mendapatkan gelar doktornya. Sangat pintar membuat sirkuit bom yang tidak bisa dideteksi. Hingga akhirnya ia memilih keluar dari tempnya mengabdi dan menebar teror bom disana sini. Setelah tertangkap, diteliti, ternyata bagian otaknya yg bernama orbito frontalisnya mengecil dan menyebabkan kematangan emosinya terganggu. 
Ada seorang anak di Jakarta yang sangat cerdas. Masa SD hanya dilalui selama 4 tahun, masa SMP 2 tahun dan masa SMA 2 tahun. Langsung diterima di Fakultas Kedokteran. Sangat pintar namun emosinya kurang matang. Setelah ditelusuri penyebabnya ternyata karena sang ortu salah mengasuh dikarenakan belum punya ilmunya. Bahkan sang ayah mendapat predikat ‘ayah jahat’ karena sedikit anak nakal langsung diikat ke meja, di masukkan kamar mandi dsb. Padahal apa yang dilakukan ini adalah duplikasi dr pengasuhan sang kakek. Menyadari apa yang dulu dilakukan salah, sang kakekpun meminta maaf, begitu pula sang ayah. Alhamdulillah si anak cerdas yang menjadi dokter ini, kini juga menekuni belajar neuroscience bidang musik karena bakatnya menjadi musisi. Di bawah bimbingan salah satu profesor, sang dokter fokus belajar not-not musik yang mampu menstimulus neuron. Sang dokter cerdas ini tak lain adalah putra dr.amir zuhdi.
📝Ada beberapa gangguan emosi akibat kesalahan pengasuhan a.l : 

✅ Mudah resah dan kesepian,

✅ Minder/murung/tidak bersemangat, 

✅ Mudah marah, 

✅ Tidak mampu mengendalikan keinginan

✅ Tidak patuh pada aturan. 
Jika kita dapati ciri2 ini ada pada ananda, maka kita patut evaluasi, jangan2 memang ada kesalahan yang kia lakukan pada pola pengasuhan yang kita terapkan selama ini ❗
Cerita serupa saya dapatkan di forum parenting yang lain. Sang trainer dari Depok menceritakan dulu ketika ananda masih kecil, bundanya sulit mengontrol emosi. Mudah marah, mudah berteriak. Ternyata hal ini berpengaruh pada kemampuan berbicara anak yg ditengarai ada bagian sel saraf di otaknya yg terputus. Selalu gagap saat bicara. Sampai dewasa dan lulus sma pun pengaruhnya juga belum hilang, jika gagapnya sudah berkurang, saat ini jusru bicaranya sangat cepat dan terkesan seperti oang marah2. Menyadari kesalahan pengasuhan seperti ini, bundapun mempersering meminta maaf pada ananda dan membantunya menerapi bicara. Alhamdulillah ada banyak kemajuan yang layak disyukuri hingga kini ananda mengabdi sebagai seorang ustadz pasca lulus dari pondok pesantren ternama di negri ini.
💝 3 cerita ini menjadi hikmah beharga bagi kita semua. Penting untuk punya bekal menjadi orang tua. Bukan sekedar karena anak adalah buah hati kita, tapi lebih dari itu. Karena anak adalah AMANAH yang mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN dihadapanNya. Dan pengetahuan Neuroparenting (pengasuhan berbasis otak) mudah2an bisa menjadi salah satu bekal untuk kita mengantar anak2 menemukan takdir terbaiknya.
2⃣ Apa Fungsi neuro parenting dlm pengasuhan ?
Setidaknya ada 3 fungsi belajar neuroparenting, yaitu :
✅ Untuk membangun sinapsis antar neuron. Bayi yang baru lahir memiliki 100 milyar neuron. Nah sinapsis (hubungan) antar neuron tsb terbangun melalui proses pengasuhan. Dia Akan terus tumbuh sampai usia 22 atau 24 tahun. Semakin banyak sambungan (sinaps), maka makin kreatif, makin banyak ide dan makin pintar.
✅ Memperlancar neurontransmiter dan kelistrikan (proses jalannya informasi antar neuron)
✅ Untuk membentuk MYELIN yaitu lapisan yang menyelubungi saraf manusia. Selain membungkus saraf, myelin ini juga berfungsi untuk mempercepat impuls yang dikirim dari satu saraf ke saraf yang lain. Semakin tebal myelin, bisa dikatakan daya hantar impulsnya semakin cepat. Begitu juga sebaliknya.
Dalam sebuah literatur dan dr penjelasan pak suami yg kerap menyertakan poin ini dalam materi trainingnya,, saya dapati selain brain memory, ada istilah lain yang sangat unik dalam mendeskripsikan bagian tubuh kita. Dia bisa dilatih untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Istilah tersebut adalah muscle memory. Wah??? Apakah otot kita ada memorynya? Yup, karena otot sendiri bisa belajar untuk meningkatkan performanya. Dalam bahasa yang lebih mendalam, myelin inilah yang dikenal dengan muscle memory.
Myelin akan terlatih dengan baik dan akan memberikan respon yang cepat dalam menyikapi perubahan keadaan jika senantiasa selalu dilatih. Seperti atlet yang tak henti-hentinya melatih tubuhnya agar bisa menjadi yang terbaik dalam sebuah kejuaraan. Berlatihnya seorang atlet merupakan proses pembentukan myelin agar semakin hebat dan semakin gesit dalam menghadapi lawan.
3⃣ Apa GOAL belajar NPP?
Agar anak-anak kita CERDAS. Ada 3 kecerdasan yang menjadi goal NPP
📝 Cerdas Kognitif (bersifat keilmuan, kemampuan berpikir) ~ Masuk wilayah bagian otak yang bernama Pre Frontal Cortex (PFC)
📝 Cerdas Emosi ~ Masuk wilayah otak yang bernama Sistem Limbik
📝 Cerdas Motorik ~ Masuk wilayah otak yang bernama Batang Otak (Reptilian Brain)
4⃣ APA INDIKATOR KEBERHASILAN BELAJAR NEURO PARENTING?
Goal belajar NPP adalah menghasilkan anak yang cerdas dan memiliki 5 sklll sebagai indikator, yaitu :
❤ 1. Punya kemampuan dlm mengkalkulasi.

Bukan sekedar menghitung angka melainkan juga dalam hal menghitung baik buruk, menganalisa baik atau tidak
❤ 2. Punya ketrampilan komunikasi

Misal anak berani menyampaikan masalah apa pun kpd orang tua. Tidak ada kendala komunikasi dengan orang lain disekitarnya.
❤ 3. Punya kemampuan self control dlm kondisi bagaimana pun (baik dlm pengawasan ataupun tidak, baik dalam kondisi mampu maupun tidak). Self control ini bisa bagus kalau self motivationnya juga baik.

Salah satu klien dr.amir adalah seorang wanita eksekutif muda yang kaya, pernah menginginkan sebuah gaun dengan harga jutaan rupiah dan sudah dicari ke beberapa negara. Ternyata malah ketemu di salah satu mall jakarta dan hanya tinggal satu2nya. Saat akan membayar, dicegah oleh dr.amir agar sang klien belajar self control. meski mampu secara finansial, tapi ini bisa jadi terapi efektif untuk berlatih self control. 
Saat itu saya tanya tentang tsabita yang sangat sensitif pada makanan halal. Selalu memastikan ada logo halal pada kemasan makanan yang akan dibeli dan tak segan menolak pemberian orang lain yang tidak berlogo halal MUI. Apakah ini masuk kategori latihan self control? bisa jadi ini masuk kategori, tapi perlu dilatih dengan hal lain yang lebih kuat kata dr amir. Karena memastikan kehalalan adalah kewajiban. Latih anak pada kondisi yang boleh mereka lakukan dan bisa, namun kita tahan melakukannya. Ilustrasi lebih detail bisa kita search di youtube dg keyword : the marshmallow test.
Saat ikut seminar sebelum ikut training, dr. Amir memaparkan perbedaan anak penurut vs anak taat. Kebanyakan orang tua mengharapkan memiliki anak2 yang penurut. Padahal anak penurut sebenarnya tidak baik. Anak menurut bisa jadi karena ia takut pada kita orang tuanya. Alhasil, seandainya si orang tua tak bersamanya, bisa jadi ia akan melanggarnya. Berbeda dengan anak taat krn paham dg baik knp peraturan tsb dibuat. Jadi meskipun tanpa pengawasan tetap sesuai aturan. Dengan neuro parenting ini diharapkan kita bisa menghasilkn anak2 yang taat.
❤ 4. Punya ketrampilan mengambil keputusan.

Yang berperan disini adalah PFC (akan dijelaskan kemudian secara detail) Misal anak bisa memilih mau pakai baju mana, mau belajar apa, bisa menjelaskan kenapa lebih suka warna biru daripada merah, misalnya.
❤ 5. Punya ketrampilan motorik (fisik)

Misal baik tumbuh kembangnya, tidak mudah sakit, bisa memilih mana makanan yg baik untuk kesehatan, sadar untuk mejaga kesehatan jantung dsb
5⃣ Bagaimana sih gambaran sederhana otak manusia?
Otak manusia itu seperti alam semesta. Ada gunung, ada sungai, ada pohon dan sebagainya. Meski beratnya hanya 1,5 kg, namun jika direntangkan, luasnya bisa setengah lapangan bola.
Otak Einstein sendiri beratnya hanya 1,3 kg. Jadi dulu saat einstein meninggal, ada seorang ilmuwan yang mencuri otaknya untuk diteliti. Meski lebih ringan dari otak manusia pada umumnya, namun hubungan antar neuronnya (sinaps) sangat banyak. Dan inilah yang menjadi kunci kejeniusan seorang Einstein. Meski diganjar harus mendekam di penjara selama 3 bulan atas perbuatannya, tapi akhirnya sang ilmuwan ini mendapatkan hadiah nobel atas penelitiannya. 
Otak bayi yang baru lahir terdiri dari 100 Milyar neuron !

Pada anak usia 0-3 tahun, 1 neuron mampu menyambung (sinaps) ke 15 ribu neuron lain. Usia 3-13 tahun, 1 neuron bisa menyambung ke 10 ribu neuron lain. Otak anak2 bekerja 5X lebih banyak dari orang dewasa.
Ini tentu menjadi informasi berharga pada kita agar bisa mengoptimalkan rentang usia 0-13 tahun untuk mengoptimalkan terbangunnya sinaps yang lebih banyak pada otak ananda.
6⃣ KUALITAS NEURON DITENTUKAN OLEH APA SAJA ?
🍎 1. Gizi atau nutrisi.
Proses pembentukan otak paling pesat terjadi pada waktu ibu hamil. Oleh karena itu diharapkan selama hamil, ibu mengkonsumsi makanan bergizi yg menunjang pertumbuhan otak. Misal mengandung asam folat seperti minyak ikan, brokoli dll. Lebih detail bisa searching di google dengan keyword : makanan ibu hamil untuk perkembangan otak janin
🎪2. Pengalaman.
Dalam usia 0-13 tahun, neuron berkembang dengan sangat cepat. Maka pastikan kita memberi banyak pengalaman pada ananda. Sering2 belanja pengalaman. Misal dg membawa ananda ke taman, pantai, kebun bintang, bengkel, pasar, termasuk memperkenalkan dengan beragam profesi (tour the tallent). Berkunjung ke dokter yg sukses dan bahagia, belajar ke petani yang sukses dan bahagia, dsb.

 

💕 3. Stimulan emosi.
latih anak untuk mengenal macam2 emosi.

Emosi sendiri ada 5: cinta/bahagia, marah, takut, sedih, jengkel/jijik. Kalau diinget-inget mirip seperti film kartun berjudul inside out. Yang coba kami lakukan di rumah dengan ngobrol bersama anak2 untuk mengenalkan emosi. Kenapa koq nangis? Adek sedih atau marah ? 

Kuraang lebih begitu. 
Setelah anak paham macam2 emosi, maka kita mulai mengenalkan untuk menghitung level emosi yang dirasakan, agar ortu tau bagaimana mensikapi emosi yang dirasakan anak, apakah perlu bantuan ortu atau tidak. contoh yang diberikan waktu itu adalah pengalaman dr.Amir ketika mnghadapi anak nya yg marah karena kesulitan menambah angin pada bola basketnya. Pertama beliau mengkomunikasikan kpd anak “adik lg marah? Berapa level marahnya?” kemudian di jawab sang anak “iya adik lg marah,level 3” nah karena masih dlm level 3 maka oleh dr.amir cukup dibiarkan, krn marah yang perlu dibantu jika sudah level 5 s.d 10. Dan ternyata benar setelah bbrp saat si anak sudah kembali ke rumahnya dengan bola yang terpompa sempurna berkat bantuan temannya yang lebih besar.
Jujur kami belum bisa praktek poin mengenalkan level emosi ini, karena pembahasan detail memang khusus dibahas pada modul pelatihan berikutnya dan itu artinya harus bayar 7 digit lagi hehehe. Mohon doanya moga pas ada trainingnya pas Allah berikan kelapangan rizki untuk belajar.
:idea:4. Rangsangan rasio.
Cobalah memberikan tantangan yg baru. Misal saat main puzzle, naikkan level kesulitannya secara perlahan. Kenalkan juga dengan konsep pemahaman soal sebab akibat dlm peristiwa sehari2. Misal saat itu kami pernah bawa anak2 ke tempat pembuangan akhir, kami ajak mereka belajar tentang membuang sampah dan akan berakibat apa jika lalai.
💪🏻 5. Latihan fisik.

masih ingat 3 bagian otak yang menentukan kecerdasan pada bahasan di atas bukan? Nah ada 3 olah raga yang bisa menstimulus 3 bagian otak tersebut. 
🏊🏻 Pertama berenang. Aktifitas ini mampu melatih batang otak yang kita tahu salah satu fungsinya adalah membentuk kecerdasan motorik. Saat masuk ke dalam air, sebenarnya melatih koordinasi bbrp bagian tubuh kita. Kalau anaknya takut air gimana? Kuncinya adalah pelibatan orang yang paling ia percayai, bisa ayah atu ibunya. Bisa diawali dengan memangku ananda saat tubuh kita basah dg air kolam. Lalu di ajak ke tepi kolam, biarkan kakinya menyentuh air kolam. Baru perlahan diajak masuk dan bermain di dalam kolam. Intinya pelan2 aja jangan dipaksa. Karena kalau dipaksa juga gak baik untuk otaknya. Sistem limbiknya bisa panas.
🏹Kedua, Memanah. Olah raga ini bisa melatih otak bagian Pre Frontal Cotex (PFC) untuk merangsang kecerdasan kognitif. Jika belum memungkinkan memanah, bisa coba basket meskipun tak seefektif latihan memanah dalam melatih PFC. Sekarang di bbrp kota seperti surabaya sudah mulai mudah menemukan tempat latihan memanah, kalau ananda masih kecil gak ada salahnya dibelikan panahan dari plastik yang mudah kita temui di toko2 mainan anak. Bisa juga permainan basket kita modifikasi dengan melempar bola2 kecil ke keranjang sampah untuk anak2 balita. Atau bisa juga kita modifikasi dg permainan2 serupa.
🏇🏻Ketiga, berkuda. Olah raga ini mampu melatih otak bagian sistem limbik yang mengatur kecerdasan emosi. Tentu tak sama saat kita berolah raga dengan melibatkan makhluk hidup lain. Ada keterlibatan emosi di dalamya. Jujur kami juga belum praktek untuk poin ini. Baru renang dan panahan (meski plastik). Moga someday… 
Sementara di tulisan kali ini saya hanya sampaikan 6 point dulu. Agar tidak terlalu banyak, mudah dipahami dan bisa segera diaplikasikan. Point2 berikutnya akan saya posting di tulisan berikutnya a.l bagaimana agar kita bisa memperbanyak sambungan neuron (sinaps) yg notabene ini kunci jeniusnya einstein, bagian otak mana saja yang berhubungan dengan pola asuh dan bagaimana menstimulusnya, bagaimana mengontrol emosi dan mengelola marah, mengenal dan mengoptimalkan kerja amigdala – PFC – cinguli – ganglia basalis dsb. Gimana caranya agar anak mudah menerima nasehat dan bagian otak mana yang harus disentuh. Bagaimana agar anak punya kebiasaan baik dan automatically, bagian otak mana yang harus dilatih. Belajar self awarness, focusing skills, patient and persistence, rem emosi (sistem kopling) dsb. Insya allah. Selamat berlatih dengan apa yang sudah dibaca pada tulisan ini. Moga bermanfaat 💝
https://bundaeuis.wordpress.com/2016/07/18/80/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s