Menanamkan Aqidah pada Anak

Bismillah…Image

Cerita yang berasal dari seorang ibu yang pernah keluarganya tinggal di daerah di pinggir hutan dan jarang sekali penduduk, adapun tempat tinggal penduduk di sana cukup berjauhan. Suatu ketika sang ibu pergi beraktifitas seperti biasa di hari kerjanya, namun ada yang tak biasa pada hari itu, pengasuh anaknya tidak masuk, sehingga jika si ibu pergi anaknya harus ditinggal sendiri, beruntunglah karena tetangga mereka mau dititipi anakny selama si ibu pergi beraktifitas. Walaupun sedikit cemas dan berat untuk melangkah, si ibu tetap harus memulai aktifiasnya.

Sang anak yang masih berusia empat tahun bermain bersama anak tetangganya itu. Saking keasyikannya mereka bermain, tidak sadar mereka telah jauh dari tempat tinggal mereka, sudah mulai masuk ke daerah hutan. Mereka mulai tersadar akan hal tersebut ketika ada beberap anjing hutan yang mulai mengawasi mereka. Sadar akan keberadaan anjing hutan tersebut, merekapun berlari kembali menuju tempat tinggal mereka. Tak dapat terelakkan, anjing hutanpun mengejar mereka sampai ke perkampungan. Dengan sigap anak tetangga bisa melarikan diri, masuk ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Sedangkan anak si ibu masih dikejar-kejar anjing hutan, lelah ia berlari, jatuhlah ia dan dikeributi oleh gerombolan anjing hutan. Tetangga yang lain melihat kejadian tersebut, dikira mereka anjing hutan itu sedang menggeromboli makanan sisa ato mangsa binatang lain, ternyata dilihat lebiih dekat seorang anak terjebak dalam gerombolan anjing hutan itu. Serontak ia memanggil warga lain dan seegera mengusir anjing hutan itu. Akhirnya anjing hutan berhasil diusir oleh warga dan anak si ibu berhasil dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Di tengah aktifitas si ibu, warga menghubunginya dan mengabarkan berita tentang anaknya itu. Perasaan khawatir, sedih dan penyesalan si ibu berangkat ke rumah sakit terburu-buru. Sesampainya di rumah sakit, sambil berlinangan air mata, si ibu melihat sang anak terkujur di atas tempat tidur dan penuh luka. Alhamdulillah si anak masih tersadar. “Apa kau baik-baik saja saying? Apa yang terjadi denganmu nak?” Tanya si ibu berat. Anaknya mulai bercerita tentang kejadian yang telah dialaminya, “Gini umi, tadi aku dan dia lagi main, terus ada anjing hutan yang mengejar-ngejar, aku lari secepat-cepatnya, terus jatuh, terus anjing hutan itu gigit-gigit aku, tapi aku ga takut umi, aku minta tolong sama Allah, terus aku baca do’a ayat kursi deh umi,,”, “subhanallah,, anakku sudah hapal doa itu, coba gimana nak, bacanya, umi pengen denger”, sahut si ibu. “Gini mi, Allahumma bariklana fii ma rozaktana wakiina adza bannaar….”. Keharuan si ibu terpecah oleh bunyi do’a yang dibaca anaknya. “Anakku, itu doa ketika kita hendak makan, bukan ayat kursi sayang,,”.. .

Si ibu berfikir, Alhamdulillah Allah telah mengaruniakan keberanian dan kelurusan fikiran pada anaknya, karena ketika ia sedang terancam, dalam bahaya (dikerubuti anjing hutan), yang si anak inget adalah Allah bukan uminya🙂.

Pertanyaan si penulis adalah bagaimana cara menanamkan aqidah pada anak dari sejak dini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s