Nama Anakku ala Sunda

Bismillah…
Alhamdulillah 1 bulan yang lalu tepatnya tanggal 4 September 2012 merupakan hari aqiqah anakku. Pada hari itu, kami menyembelih 2 kambing (yang ada ekornya, tentu), rambut anakku dicukur habis dan ia kami beri nama Hazim Faqih Fiddin (memakai Ha kecil).

Nama itu kami pilih, selain karena artinya, juga karena cocok dengan nama kami berdua HAZIM (Hilma dan Zainy Muhammad, eh bukan bukan,, HilmA dan ZaIny Maniiiis ). Hazim (pake ha kecil) artinya yang kokoh dan teliti, kalo HAjim dengan HA besar artinya petir, hujan lebat, jadi bukan itu, lagian kan Ha-nya berasal dari Hilma (santun). Faqih artinya ahli fiqih; yang mengerti; bijaksana. Hazim Faqih Fiddin berarti orang yang sangat teliti, tegas, mengerti dan bijaksana dalam beragama.

Beberapa hari kemudian kami baru tersadar dalam nama anak kami terdapat huruf H, Z, F, dan Q. Huruf-huruf tersebut merupakan huruf yang kurang populer (jarang terdengar eksis) bagi orang sunda, biasanya huruf Z yang terdapat dalam suatu kata akan dibaca/terdengar seperti huruf J, huruf eF akan dibaca Pe, huruf Q akan dibaca K, sedangkan huruf H merupakan huruf yang memiliki tekanan rendah (pushlow) sehingga huruf H jika berada di depan kata akan dibaca samar bahkan sering dihilangkan. Dengan demikian nama anak kami akan dibaca oleh orang sunda seperti ini : Ajim Pakih Piddin.

Jika Hazim disebut Hajim tidak terlalu masalah, karena Hajim berarti pelindung (web), tukang bekam (dic). Faqih menjadi Fakih juga artinya masih oke-oke aja yaitu orang yang humoris; faham. Tapi kalo  hAjim Pakih Piddin, saya ga tau artinya apa. Selain itu orang sunda akrab sekali dengan kata akhir tambahan yang sering digunakan dalam percakapan seperti kata “teh”, “mah”, dll. Jika Hazim dipadukan dengan kata “teh”, menjadi “Hazim teh”, masih bisa diterima, artinya kita mengerti yang bilang orang sunda. Tetapi jika Hazim dipadukan dengan kata “mah”, terus pake HA besar, ternyata Hazimah mempunyai arti kata yang tidak pantas menjadi nama, Hazimah artinya kekalahan, lari kacau balau. Maka kami sebagai orang tua menganjurkan kepada sodara-sodara, kerabat, teman-teman semua, termasuk kami sendiri agar menghindari pemakaian kata “mah” diakhir nama anak kami. Karena kami sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa kami juga orang sunda yang jarang terlepas dari pemakaian kata tersebut,,

“Jangan panggil aku dede, jangan panggil aku ade, panggillah aku Hazim, sesuai dengan namaku, karena aku tau bahwa nama adalah do’a”

2 thoughts on “Nama Anakku ala Sunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s