Peti Mati dan Kematian

Bismillah…

Peti mati. Apa yang pertama terlintas dalam fikiran Anda ketika mendengar kata ini?

Takut?

Serem?

Merinding?

Pernahkah lintasan fikiran Anda berfikir tentang, “Kenapa orang mati dikasih peti?” atau “dari mana asal peti mati?” atau “apa untungnya pake peti mati?” atau “rasio perbandingan peti mati dengan orang matinya berapa?”. Pernahkan hal itu terlintas dalam fikiran Anda ketika mendengar kata “peti mati”?

Wajar kok, kalo takut, serem, merinding, ketika mendengan kata “peti mati”. Kata tersebut memang berkaitan erat dengan kematian, berkabung, duka, perpisahan, mayat, kesedihan dan hal lainnya yang bikin Anda Takut. Tapi apa yang bikin Anda takut? Takut mati? Takut ditinggalkan orang kita cintai? Takut kehilangan apa yang sudah kita miliki di dunia? Takut masuk neraka kalo sudah mati? Kenapa harus takut mati? Bukankah semua mahluk yang bernyawa pasti akan mati? Mati itu suatu keniscayaan yang bakal bisa kita pungkiri kan?

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati …”  (QS. Ali Imran :185)

Hidup di dunia itu bagaikan bola kaca, walaupun kita lihat indah, tapi rapuh, karena hanya sementara. Harta, kekayaan, jabatan, kekuasaan, istri, anak, kerabat, semua akan kita tinggal kan ketika kita mati.

Kenapa harus takut mati? Apakah setelah mati kita akan menyesali kehidupan kita di dunia? Percahakan Anda akan kehidupan setelah mati? Sudah siapkah kita untuk mati?

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah : 12)

“… Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan…” (QS. Al-Mu’minun : 99-100)

Taukah Anda kapan kita akan mati? Dengan cara seperti apa kita akan mati? Mungkinkah sekarang, esok, lusa, tahun depan, atau masih beberapa tahun lagi kita hidup di dunia? Tapi percayalah kita pasti akan mati? Sudah siapkah kita untuk mati?

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa : 78)

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja” (QS. Al-Ahzab : 16)

Hidup di dunia hanya sementara, dunia hanya tempat persinggahan kita memupuk amal untuk kehidupan kekal abadi di akhirat nanti. Beramallah seakan kau akan mati esok. Orang yang bertaqwa tidak akan takut mati, karena tujuan hidup mereka bukan dunia, tapi syurga di akhirat kelak. Hiduplah untuk akhirat, maka dunia akan mengikutimu.

“Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa pada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadapapa yang mereka kerjakan. … Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan  kebajikan , maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah : 16-19)

Sudah berimankah kita? Sudah layakkah kita mendapat surganya? Masihkan kita takut mati? Masihkan kita akan melalikan waktu yang Dia beri di dunia?  Sudah siapkah kita untuk mati?

Hidup bagaikan garis lurus
tak pernah kembali
ke masa yang lalu

Hidup bukan bulatan bola
yang tiada ujung
dan tiada pangkal

Hidup ini merangkak terus
semakin mendekat ke titik terakhir
Setiap langkah hilanglah jatah
menikmati hidup, nikmat di dunia

Pesan Nabi tentang mati
Jangan takut mati karna pasti terjadi
Setiap insan pasti mati
Hanya soal waktu

Pesan Nabi tentang mati
Janganlah minta mati datang kepadamu
Dan jangalah kau berbuat
menyebebabkan mati

Penuhi hidup dengan cinta
Ingatkan diri saat untuk berpisah
Tegakkan sholat lima waktu
Dan ingatkan diri saat disholatkan

Pesan Nabi tentang mati
Janganlah minta mati datang kepadamu
Dan jangalah kau berbuat
menyebebabkan mati

Pesan Nabi jangan takut mati
Meski kau sembunyi, dia menghampiri
Takutlah pada kehidupan sesudah kau mati
Renungkanlah itu

(Lirik Lagu Bimbo – Hidup dan Pesan Nabi)

Souce :
Al-qur’an nul kariim
http://www.fadhilza.com/2009/08/tadabbur/kematian-menurut-al-qur%E2%80%99an.html
http://faik-mulachella.blogspot.com/2009/06/ayat-ayat-kematian-dalam-al-quran.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s