ibarat pohon (HANA)

pohon rindang

Bismillah…

8.57 pm

Sore itu, ba’da ashar, ketika aku dan ia bekerja sama menyelenggarakan suatu acara untuk para anggota dewan di fakultas kami, masih teringat dengan jelas dalam otakku ini, saat agenda sesi perkenalan, aku menganalogikan diriku sebagai kucing, karena saat itu aku memelihara 9 kucing di rumah dan aku sangat menyayangi mereka, dan ia menganalogikan dirinya sebagai sebuah pohon, ia ingin menjadi seperti pohon, alasannya karna ia suka warna hijau,, hmmm,, alasan yang setara dengan yang aku ungkapkan saat itu. Tak puas aku memikirkannya, kenapa pohon yang harus ia pilih? pikirku, masih banyak benda lain yang bisa menganalogikan dirinya. Namun, sekarang aku faham kawan, kenapa ia ingin menjadi seperti pohon.

Taukah kau, kawan, pohon yang semakin tinggi tumbuh akan mendapati angin yang semakin kencang?

Ya, seperti itulah hidup. Semakin tinggi pohon itu tumbuh, semakin kencang angin yang meniupnya, semakin dalam akarnya menancap tanah, semakin kuat batangnya, semakin rindang daunnya.

Angin itu adalah masalah yang menimpa hidup kita. Semakin kita dewasa, masalah yang datang semakin berat, jika masalah itu tak pernah kita hadapi, tak pernah kita selesaikan, masalah itu akan selalu muncul ke hadapan, angin itu-itu saja yang akan meniup pohon. Namun jika masalah itu bisa kita selesaikan, jangan harap angin akan berhenti bertiup. Angin yang datang menimpa pohon akan semakin kencang, masalah yang datang melanda semakin berat. Tapi jika kita sadar, efek dari tiupan angin itu, akar semakin dalam menancab, batang pohon semakin kuat, tak akan gampang roboh, daun semakin rindang memayungi orang yang berteduh di bawahnya.

Akar itu adalah pemikiran kita, jika pohon ingin bertahan hidup tatkala angin mengguncang keras badannya, maka tak ada pilihan lain selain menancabkan sedalam-dalamnya akar agar bisa menopang tubuh pohon. Akar tak terlihat, seperti itulah pikiran kita, jika masalah melanda, tancapkaan pemikiran kita pada Pemilik bumi, Allah Yang Maha Kuat, kita dekat, maka Ia akan lebih dekat.

Pohon yang semakin tumbuh dewasa, akan banyak bermanfaat bagi makhluk di sekitarnya, batang pohon yang kuat, akan dijadikan sandaran orang yang lelah, daunnya yang rindang akan dijadikan orang berteduh, buahnya akan dipetik, bijinya akan dijadikan benih yang bisa menghasilkan multiplikasinya. Pohon tak akan pernah marah jika orang memetik buahnya. Pohon akan senantiasa berbuah sesering apapun ia dipanen. Karena angin yang selalu membantunya berbuah.

Taukah kau, kawan, betapa berharganya angin bagi pohon?

Maka, (H)adapilah masalahmu, selalu (A)mbil hikmah dari setiap masalah yang kau hadapi, (N)ikmati semua moment yang kau jalani dalam menyelesaikan masalahmu, dan serahkan semua yang telah kau usahakan hanya pada (A)llah semata.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”

(QS. Al-Insyirah : 5-8)

2 thoughts on “ibarat pohon (HANA)

  1. “Pohon akan senantiasa berbuah sesering apapun ia dipanen.”

    itu kalo yang ente tanem pake bibit unggul,,, kalo jagung sekali di petik ya udah deh,,, nggak berbuah lagi,, iya pan,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s