Funny Story at Hospital (versi penunggu)

Bismillah…

Sumber 1 :

Sebut saja dia  A, A sudah berusia lebih dari 40 tahunan, A bertugas untuk menjaga ibunya yang sedang sakit di rumah sakit. Ibunya menempati ruang kelas 2, 1 ruangan yang berisi 3 bilik, 3 tempat tidur dan 3 pasien klo ada. Pada hari ibunya dirawat semua bilik di ruangan itu terisi penuh. Ketiga pasien yang berada di kamar tersebut semuanya perempuan dan umurnya hamper sama dengan sang ibu.

Sang ibu yang sudah tua renta menderita penyakit orang tua, sehingga untuk buang air kecil saja harus menggunakan alat bantu yang biasa kita kenal dengan nama pispot. Pada suatu saat sang ibu kebelet pipis, tentu si A dengan cekatan membantu ibunya untuk pass the water, segera setelah selesai, A membantu membersihkan semua peralatan, pergilah si A mencuci tangannya. Ketika membalikan badannya si A langsung terkejut seketika, dalam hatinya si A bertanya-tanya sebari menghampiri orang tersebut, “kenapa tu pispot dah ada di pantat ibu lagi, padahal baru aja aku simpan di bawah tempat tidur ibu”. Tanpa melihat wajah orang yang dihampirinya si A langsung cekatan ingin membantu membersihkannya. Setelah agak dekat dengan orang tersebut si A baru sadar ternyata orang itu bukan ibunya, namun terlanjur kedatangan si A disadari oleh orang tersebut, si A berusaha sebisa mungkin menahan rasa malu dan mencoba berpura-pura menjadi orang yang ingin membantu orang tersebut dengan bertanya, “Bu, udah selesai?” sambil menyingkap selimbut orang tersebut. Tanpa memperpanjang komunikasi si A terus berlalu, pergi menuju toilet untuk melepaskan rasa malunya dengan tertawa sepuasnya.

Sumber 2 :

Ceritanya hamper sama dari sumber 1, ini adalah kisah seorang istri yang seda ng menjaa suaminya yang terserang suatu penyakit dan mengharuskan suaminya dirawat di rumah sakit. Suaminya mendapatkan ruangan di kelas 3, 1 ruangan yang beisi 8 kamar/bilik, kamar mandi terpisah di ruangan yang lain. Setelah lelah bekerja sang istri harus menemani dan menjaga suaminya di rumah sakit, memang itu sudah jadi tugas seorang istri. Sesampainya sang istri di rumah sakit, dia menghampiri suaminya yang sedang tertidur karena pengaruh obat yang diberikan dokter. Karena merasa sangat lelah sang istri pergi ke toilet sekedar mencuci muka agar kesegaran bisa menghinggapi tubuhnya. Selesai dari toilet sang istri langsung menuju tempat yang ingin ia tuju, duduk lah ia di kursi samping tempat tidur pasien yag telah disediakan. Ia duduk dan pikirannya sempat terbang entah kemana, sampai pasien yang sedang terbaring tersebut berkata kepadanya, “Maaf bu, suami ibu mah itu di tempat tidur yang itu”. Keterkejutan berhasil mengumpulkan semua nyawa sang istri dan langsung tersadar akan suatu hal, “oia, maaf Pa, ternyata sarung bapa sama dengan sarung suami saya”.

other sumber :

Biasanya hal ini yang sering dialami oleh seorang penunggu pasien :

  1. Makanan datang, biasanya kalo orang sakit mau makan, serba pait, atau mual, jadinya makanan banyak bersisa. Sang penunggu merasa dilema antara makan atau tidak, kalo ga dimakan mubajir, kalo dimakan ntar suster bilang gini, “wah, pasien yang ini mah makannya banyak ya, berarti udah sehat donk,, bisa cepet sembuh”. Artinya itu sama aja seperti penipuan data. Apa yang akan Anda lakukan bila Anda berada di posisi ini?
  2. Biasanya kalo menempati kelas pas-pasan di rumah sakit, jarang bangeut disediakan fasilitas yang nyaman buat sang penunggu, apa boleh buat, kursi 1 dijadikan tempat tidur. Lama kelamaan ga nyaman juga kan.  Kadang ada tempat tidur pasien yang muat, bisa sharing antara pasien dan sang penunggu. Apa salahnya kita manfaatkan fasilitas tersebut? Suatu malam, sang pasien kebelet pipis, pergilah sang pasien sendiri ke toilet. jadwal cek pasien tiba, suster datang ke setiap kamar pasien memberikan obat yang ingin diberikan ke pasien. Suster tersebut baru dines malem, tanpa banyak tanya suster tersebut menyuntikan obat ke orang yang di sedang berbaring di tempat pasien. Si pasien yang baru balik dari toilet datang menyapa suster, “udah waktunya dikasih obat ya Sus?”. Suster memasang muka heran sambil bertanya, “Anda pasiennya?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s