Dualisme Perasaan Drama Duniaku

bunga mawarBismillah…

Mungkin ini pertama kalinya saya merasa aneh bin awkward alias freeeeeek..

because akhir Januari kemarin aku merasa jadi seorang laki-laki sejati kaya di film drama gitu. Pasalnya, pas hari itu ada 3 orang sahabatku yang sidang. Pagi hari aku harus mengantar salah seorang temanku yang akan sidang ke kampus. Klo di film drama kan, c cewe dijemput di rumahnya trus dianterin ke kampus ‘n didoain deh sebelum masuk sambil bertanya, jam berapa mau dijemput? Gimana aku ga nanya kaya gitu, orang motor yang saya pakai adalah motornya dia.

Satu adegan ‘care’ di film drama dah bisa saya mainkan,,, (1 poin)

Pagi itu merupakan hari yang sibuk buatku, rush hour. Setelah mengantar satu temanku, aku harus ngambil SKL dan transkip nilai temanku yang dah lulus duluan di fakultas, setelah lama nunggu ga dapet layanan dari petugas aku putuskan untuk bayar semesteran ke bank dulu, sambil bayarin semesteran punya temen juga, tapi musti ngambil duitnya dulu di bliau. karna lama nungguin ‘n ga bisa dihub juga, akhirnya aku brangkat sendiri aja bayar di bank. Abis itu balik ke kosan buat ketemu tu orang, ngambil duitnya bayari aja ke bank, tapi karna bank yg tadi langsung penuh, aku pergi ke bank yang lain, eh musti pake syarat lain, ngasih print out registrasi mahasiswa, dan aku ga ga bawa. Balik lagi lah aku ke bank awal, tapi antriannya makin penuh ga nahan, akhirnya balik lagi ke kosan dgn niat bawa print outnya, eh dia ga ngasih, ya udah bayar sendriri aja y. Maaf karna aku ada agenda yang lain lagi. Rasa ingin bantu ada, rasa kesal ada, ya namanya juga lagi maen drama, pasti banyak rasa yang disajikan.

Dua adegan ‘suffer’ di film drama dah bisa saya mainkan,,, (2 poin)

Balik lagi ke fakultas, buat ngurusin surat-surat orang. Ditanya macem-macem dan ga ngerti, ga jadi ngambil. Rencana tunaikan janji, karna ada kumpul jam x.00, eh ga ada orang. Putar arah ke kosan temen yang minta diurusin surat. Rencana pengen balik lagi ke tempat perjanjian, n khawatir ga ada orang, ku cek lah orang2 lewat sms, akhirnya waktu perjanjian dimundurkan sampai 3 jam dari rencana.

Satu adegan ‘disappointed’ di film drama dah bisa saya mainkan,,, (3 poin)

Sebelum ke tempat perjanjian, aku harus menjemput temen yang tadi ku antar. Rasa bangga, haru, dan senang yang aneh pun terbias dari kami. Kuucapkanlah selamat dan sukses untuk dia. Selama perjalan kami bebincang-bincang, sampai tibalah pada satu tema topik, ternyata ada satu teman terbaikku yang sidang juga hari ini, namun dia ga bilang2. Dah selesai nganterin aku pengen bikin kejutan ke temenku 1 lagi. Ku bawalah mawar merah yang masih rapi terbungkus di vas bunga kamarku. taro di tas belakang, walopun nongol dikit. Ku pacu motor, brangkat menuju tempat persidangan si doi. Pas udah nyampe, ternyata si doi dah selesai sidang dan dah pergi dari ruangan, bahkan keluar dari gedung. Mau ga mau aku harus menghubungi doi buat mengetahui keberadaannya.

Yups, dengan cepat kutemukan keberadaannya, doi lagi duduk sendiri, pas banget membelakangi jalan, aku mencoba memberhentikan motorku jauh dari jangkauan doi, namun karena suara motorku cukup keras, doi menyadarinya. Padahal rencana awal, klo c doi ga menyadari keberadaannya, aku akan menghampiri doi dari belakang dengan menyodorkan mawar ke sampingnya, dan bermuka manis saat doi melihatku. Tapi, plan B harus keluar, setelah doi melihatku, aku bersegera turun dari motor dan memendekkan posisi tas ranselku dengan maksud menyembunyikan bunga yang kubawa. Dengan muka yang tersipu malu dan tangan yang bergetar kusapalah si doi, ku ucapkan selamat dan tanya kesan dan perasaannya, sambil menunggu moment yang pas untuk memberikan mawar itu. Lagi ngobrol asik-asiknya, teman c doi datang, sambil bilang, “Hilma bawa bunga buat aku ya?”…brrraaaaaaaaaaakk!!!. plan B hancur seketika. Aku tak bisa berfikir panjang, langsung ku sodorkan saja setangkai bunga mawar pada c doi sambil berkata, “Selamat ya!”. Senyum malu dan gembira kusampaikan juga. Doi membalas dengan senyuman yang hangat dan bangga.

Berjuta rasa tak bisa tergambar dalam diri ini. Namun aku tak bisa berlama-lama berada di sana, karena sejak 30′ yang lalu aku dihubungi terus oleh kawan yang mempending janji sejak 3 jam yang lalu. Selama perjalanan menuju ke tempat perjanjian, aku tak bisa menahan rasa, di atas motor sambil mengendarainya aku tersenyum-senyum sendiri.

just like a rose

Satu adegan ‘romance’ di film drama dah bisa saya mainkan,,, (4 poin)

OMG, ternyata begini rasanya jadi seorang cowo yang romantis😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s